• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Israel Gempur Gaza, Hamas Tuduh Netanyahu Korbankan Sandera demi Kepentingan Politik

img

Maheswara.net Halo bagaimana kabar kalian semua? Hari Ini saya ingin menjelaskan bagaimana INTERNASIONAL berpengaruh. Ringkasan Informasi Seputar INTERNASIONAL Israel Gempur Gaza Hamas Tuduh Netanyahu Korbankan Sandera demi Kepentingan Politik Dapatkan gambaran lengkap dengan membaca sampai habis.

    Table of Contents

Pada 18 Maret 2025, Hamas melontarkan tuduhan serius terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Izzat al-Rishq, seorang pejabat senior Hamas, menyatakan bahwa keputusan Netanyahu untuk melanjutkan operasi militer di Jalur Gaza sama dengan mengorbankan nyawa para sandera yang ditahan oleh kelompok tersebut.

Tudingan ini muncul setelah Israel melancarkan serangkaian serangan udara di berbagai wilayah Jalur Gaza. Serangan ini terjadi di tengah upaya yang gagal untuk memperpanjang gencatan senjata yang sebelumnya disepakati.

Menurut al-Rishq, Netanyahu menggunakan konflik di Gaza sebagai sekoci penyelamat politik, dengan tujuan mengalihkan perhatian publik dari masalah internal yang sedang dihadapi pemerintahannya.

Pihak kantor Netanyahu membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa serangan udara diperintahkan karena Hamas menolak untuk membebaskan sandera dan menolak semua usulan yang diajukan oleh utusan AS, Steve Witkoff, serta para mediator lainnya.

Militer Israel mengumumkan melalui Telegram bahwa mereka sedang melakukan serangan besar-besaran terhadap target teror milik organisasi Hamas di Jalur Gaza.

Otoritas pertahanan sipil Gaza melaporkan bahwa lebih dari 220 orang tewas akibat serangan udara Israel. Serangan ini mengakhiri periode relatif tenang yang telah berlangsung sejak gencatan senjata disepakati pada 19 Januari.

Seorang pejabat Israel mengatakan kepada AFP bahwa operasi militer akan terus berlanjut selama diperlukan, dan akan diperluas melampaui serangan udara.

Hamas menuduh Netanyahu telah membatalkan perjanjian gencatan senjata, sehingga menimbulkan ketidakpastian mengenai nasib 59 sandera yang masih ditahan di Jalur Gaza.

Serangan terbaru ini disebut-sebut jauh lebih luas dibandingkan serangan drone rutin yang biasanya dilancarkan oleh militer Israel. Serangan ini diklaim menargetkan individu atau kelompok kecil yang diduga ekstremis di Jalur Gaza.

Demikian informasi tuntas tentang israel gempur gaza hamas tuduh netanyahu korbankan sandera demi kepentingan politik dalam internasional yang saya sampaikan Jangan ragu untuk mendalami topik ini lebih lanjut ciptakan lingkungan positif dan jaga kesehatan otak. Jika kamu peduli Terima kasih

Special Ads
© Copyright 2024 - maheswara news
Added Successfully

Type above and press Enter to search.

Close Ads